5 Cara Bayar Utang dengan Cepat ke Orang Lain, Segera Lakukan!

Cara bayar utang

Banyak yang beranggapan bahwa cara bayar utang ke orang lain itu sulit, apalagi jika kondisi perekonomian sedang tidak dalam keadaan baik. Namun sejatinya jika kamu mau berusaha, utang tersebut tetap bisa dibayarkan kok walaupun harus dicicil terlebih dahulu.

Berbicara soal utang, memang kebiasaan ini telah menjadi hal lumrah di kalangan masyarakat Indonesia. Seseorang utang di warung, tetangga pinjam uang dan tidak pernah dikembalikan, atau teman yang meminjam uang yang tak pernah dikembalikan hanyalah sebagian kecil Contoh proses utang yang biasa terjadi di Indonesia.

Tak hanya masyarakat, utang pemerintah Indonesia pun dapat dikatakan juga cukup tinggi. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, mencatat Utang Luar Negeri Indonesia per Juni 2019 mencapai US$ 391,8 miliar atau sekitar Rp5.540 triliun. Jauh lebih banyak daripada periode yang sama sebelumnya tahun lalu. Dan tentang utang Indonesia, selalu menimbulkan pro dan kontra.

Utang luar negeri Indonesia

 

Pandangan Islam Tentang Utang

Sementara itu, dalam Islam utang disebut sebagai Al-Qardh, yang secara etimologi berarti memotong. Sementara itu menurut arti syar’i, utang adalah memberikan harta kepada siapa saja atas dasar cinta kasih dan ikhlas dan suatu saat harta tersebut akan dikembalikan lagi kepada orang yang memberikannya.

Hukum utang dalam Islam yaitu muba (boleh). Hal ini didasarkan pada QS. Al Baqarah ayat 245 yang artinya :

“Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”.

Nabi Muhammad SAW pun pernah berhutang kepada seorang Yahudi. Ketika itu beliau berhutang kepada seorang Yahudi dan membayarnya dengan sebuah baju besi yang digadaikan.

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam membeli makanan dari seorang Yahudi dengan tidak tunai, kemudian beliau menggadaikan baju besinya” (HR Al-Bukhari no. 2200)”.

 

Bahaya Terlalu Sering Berutang

Berutang memang diperbolehkan, namun Mimin sarankan bagi kamu untuk tidak melakukannya. Apabila tidak dalam kondisi yang sangat mendesak, sebaiknya jangan lakukan hal tersebut apalagi sampai menjadi kebiasaan. Terutama bagi orang yang mampu, terlampau sering berutang dan tidak pernah membayarkannya membuat dirinya tidak tenang hidup di dunia dan di akhirat.

Di dunia, sudah pasti dikejar-kejar oleh pemberi utang, dan diakhirat akan tertahan menuju ke surga. Tak hanya itu, nasibnya pun juga tak jelas apakah akan selamat ataukah binasa. Rasulullah SAW telah bersabda :

“Jiwa seorang mukmin tergantung karena hutangnya, hingga hutang tersebut dilunaskannya.”

 

Cara Bayar Utang ke Orang Lain

Jika berutang boleh dilakukan, maka membayar utang tersebut merupakan hal yang harus segera dilakukan. Nah, pada kesempatan ini Firdaus Artikel akan memberikan beberapa tips agar kalian lebih mudah dalam melunasi utang kalian kepada orang lain.

 

Tabung atau Sisihkan Gaji Kamu!

Menabung untuk bayar utang
Sumber gambar : freepik

Menyisihkan sebagian kecil dari gaji bulanan merupakan salah satu upaya untuk mengumpulkan dana untuk membayar utang. Bila perlu, sisihkan sejak awal bulan sebelum kamu berubah pikiran menggunakan uang tersebut untuk hal-hal yang lainnya.

Baca juga  Cara Membuat Katalog di Whatsapp dan Mengirimkannya

 

Cari Pekerjaan Tambahan/Sampingan

Bila gaji yang kamu miliki dirasa terlalu sedikit, sehingga tidak memungkinkan untuk disisihkan alternatif lain kamu bisa cari pekerjaan tambahan atau sampingan. Hal ini dilakukan guna menambah pemasukanmu sehingga hasilnya bisa dikumpulkan untuk membayar utang. Kamu bisa bekerja secara part time ataupun menjadi freelancer (pekerja lepas), salah satunya di projects.co.id

Baca juga  Berikut Cara Memasang Widget Live Chat Whatsapp di Blogger

 

Stop Bersikap Boros!

Ketika kamu menyadari bahwa utangmu sudah terlampau banyak, stop untuk bersikap boros dan membeli barang yang tidak perlu. Daripada digunakan untuk hal tersebut, lebih digunakan untuk membayar atau mencicil utang. Apalagi jika penghasilan kamu pas-pasan, so harus lebih sadar diri ya bisa membedakan kebutuhan penting dan mana kebutuhan yang tidak terlalu penting.

Baca juga  Mengenal Premi Dalam Asuransi Kesehatan

 

Gunakan Tabungan atau Dana Darurat

Salah satu usaha melunasi hutang bisa kamu lakukan dengan memanfaatkan uang tabungan atau dana darurat yang kamu miliki. Terlebih lagi jika dalam kondisi mendesak dan si pemberi utang sedang menagih utang tersebut kepada kamu.

Bagaimana jika saya tidak memiliki uang sama sekali? Dengan terpaksa kamu harus meyakinkan orang tersebut untuk memberikan tambahan waktu. Stop kebiasaan membayar utang dengan berutang lagi ke orang lain (gali lubang tutup lubang). Karena hal itulah, pada poin pertama dan kedua sudah saya sarankan untuk menyisihkan sebagian Penghasilan yang kamu miliki agar hal seperti itu tidak lagi terjadi pada kamu.

Dan apabila kamu berhasil membayarkannya, stop melakukan hal yang sama agar uang tabunganmu bisa digunakan untuk keperluan lainnya yang juga jadi prioritas.

Baca juga  Cara Sederhana Membuat Baterai Smartphone Tetap Awet

 

Jual Barang yang Kamu Miliki

Cara bayar utang dengan cepat yang terakhir adalah dengan menjual barang yang kamu miliki. Meski sulit untuk melepaskannya, namun hal ini harus dilakukan agar bisa cepat terlepas dari belenggu utang setiap harinya membuat dirimu menjadi tidak tenang. Jika kamu berat menjual barang yang saat ini masih digunakan, kamu juga bisa menjual barang bekas yang kamu miliki. Walaupun harganya murah, tapi setidaknya bisa untuk sedikit demi sedikit membayar utang tersebut.

Baca juga  6 Keunggulan Ovo Sebagai Aplikasi Dompet Digital + Ulasan Lengkap

 

Bagaimana tidak terlalu sulit bukan? Bilamana kamu melakukan beberapa cara melunasi utang di atas, insyaallah kamu bisa perlahan-lahan melunasinya hingga benar-benar terbebas dari utang tersebut. Dan di kesempatan lain, sebisa mungkin hindari kebiasaan tersebut agar bisa hidup tenang dunia akhirat. Sekian dan semoga konten ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Bagikan tulisan ini

Tinggalkan komentar