Ini Rincian Biaya Pernikahan Adat Jawa yang Perlu Disiapkan

  • 2 min read
  • Agu 29, 2022
Biaya pernikahan adat Jawa

Mengingat mayoritas penduduk Indonesia memang berasal dari suku Jawa, tidak heran jika banyak pernikahan yang mengusung adat Jawa.

Pernikahan adat Jawa memiliki berbagai tahapan yang biasanya sudah mulai dilakukan sejak seminggu sebelum hari H.

Prosesi yang panjang dan beragam inilah yang kemudian membuat biaya pernikahan adat Jawa cenderung lebih mahal dari adat pernikahan dari suku lainnya.

 

Perhitungan Biaya Pernikahan Adat Jawa

Biaya pernikahan jawa

Inilah contoh perhitungan biaya yang dibutuhkan jika kamu ingin menggunakan adat Jawa dalam pernikahan:

Keperluan/ AcaraBiaya 
Pasang tarubRp 2.500.000
SiramanRp 6.500.000
Paes / Rias pengantin lengkapRp 10.000.000
Dodol dawetRp 200.000
MidodareniRp 2.000.000
Panggih dan resepsiRp 2.000.000
Biaya KUARp 600.000
<DekorasiRp 2.000.000
Katering Rp 30.000.000
Sewa gedung Rp 5.000.000
Seragam keluargaRp 1.000.000
Dokumentasi Rp 5.000.000
Hiburan Rp 3.500.000
Total Rp70.300.000

Total biaya di atas bisa lebih besar atau kurang tergantung dari kebutuhanmu sendiri. 

Misalnya, resepsi diadakan di rumah bukan di gedung, maka akan lebih hemat hingga Rp 5.000.000.

Jika kamu adalah pihak calon pengantin pria, biaya ditambah dengan mas kawin dan seserahan untuk calon istri.

Jadi perhitungan ini masih bisa lebih keci atau lebih tinggi, tergantung kebutuhan.

 

Prosesi Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan adat Jawa dikenal unik karena berbagai prosesi yang dijalankan sejak H-7 hingga ijab kabul dan resepsi.

Biasanya dalam prosesi pernikahan adat Jawa akan dilaksanakan rangkaian acara dan upacara seperti berikut:

 

Lamaran dan Seserahan

Langkah awal dimulai dengan lamaran dimana calon pengantin pria datang pada keluarga wanita untuk meminta restu.

Biasanya pada lamaran ini sekalian dibawa seserahan untuk calon mempelai wanita berupa perhiasan dan barang-barang lainnya.

Seserahan umumnya berupa tas, sepatu, pakaian, peralatan kosmetika dan sebagainya.

 

Siraman

Satu atau dua hari sebelum dilaksanakan akad nikah, dilakukan dulu acara siraman baik mempelai wanita ataupun pria.

Pada acara siraman ini kedua orang tua calon pengantin akan memandikan anaknya dengan menyiramkan air dari atas kepala.

Selain orang tua, kerabat yang dituakan juga ikut memberikan siraman kepada calon pengantin. 

Tujuannya adalah membersihkan jiwa calon mempelai.

 

Paes atau Kerik

Setelah siraman dilakukan upacara paes atau kerik, yaitu mencukur rambut halus di bagian atas wajah pengantin perempuan.

Biasanya yang ikut pada acara ini adalah ibu calon pengantin dan ibu-ibu kerabat lainnya.

Paes dilakukan oleh juru rias dan di dalam kamar calon pengantin wanita.

 

Dodol Dawet

Dodol dawet adalah acara dimana kedua orang tua calon pengantin perempuan berjualan (dodol) dawet. Pembelinya adalah para keluarga dan tamu yang hadir.

Sebagai pengganti uang, diberikan pecahan genting untuk membeli dawet.

 

Midodareni

Satu hari sebelum akad nikah dilaksanakan malam midodareni.

Asalnya dari kata widodari yang berarti bidadari.

Jadi acara midodareni yang dilaksanakan setelah siraman bertujuan supaya penampilan pengantin wanita bisa secantik bidadari.

Pada malam midodareni ini calon pengantin pria juga datang bersama dengan keluarga besarnya untuk bersilaturahmi.

 

Panggih atau Temu

Setelah akad nikah, pengantin Jawa akan melaksanakan upacara panggih atau temu.

Panggih adalah momen dimana pengantin wanita dipertemukan dengan pengantin pria.

Pada panggih ini pengantin wanita akan mencuci kaki pengantin pria sebagai simbol bakti istri kepada suami.

Melihat panjangnya prosesi yang harus dilakukan, tidak heran jika pernikahan adat ini membutuhkan biaya yang besar.

Namun jangan kuatir masalah biaya karena ada pinjaman tanpa agunan dari Bank Danamon yang dapat kamu jadikan sebagai tambahan biaya pernikahan adat Jawa.

Pinjaman ini akan membutuhkan persyaratan yang mudah dengan proses pengajuan yang mudah.

Apalagi limit pinjaman juga tergolong besar, yaitu hingga Rp 200.000.000 dengan masa tenor yang beragam.

 

Sumber :

https://lifepal.co.id/media/biaya-pernikahan-adat-jawa/

https://ajaib.co.id/biaya-pernikahan-adat-jawa/

https://www.popbela.com/relationship/married/andinarahayu/pernikahan-adat-jawa/7

 

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.