Customer Service Manusia : Ada atau Bakalan Tiada?

Customer Service Manusia

Di era digital dan bisnis saat ini, kehadiran customer service begitu penting guna meningkatkan bisnis sebuah brand atau perusahaan. Seorang customer service dianggap menjadi salah satu orang yang paling berjasa karena secara langsung ataupun tidak langsung berkomunikasi dengan para pelanggan.

Dari berbagai pertanyaan, saran, kritik, dan masukan dari konsumen tersebut biasanya akan disampaikan secara langsung kepada pimpinan dan pihak-pihak terkait. Alhasil, semua bisa tau dimana kekurangan bisnis yang selama ini sudah dijalankan untuk dievaluasi lagi supaya menjadi lebih baik.

Karena begitu pentingnya seorang customer service, maka tak heran jika hampir keseluruhan perusahaan yang ada di Indonesia maupun luar negeri secara khusus pasti menyediakan posisi Customer Service karena dianggap sangat vital.  Baik itu untuk laki-laki maupun perempuan.

Namun teruntuk kamu yang baru mendengar istilah ini dan ingin mengetahui lebih dalam tentang customer service, yuk baca konten berikut ini.

 

Customer Service, Apa Sih Itu?

Dengan bahasa yang mudah dipahami, customer service dapat diartikan sebagai suatu pelayanan yang diberikan secara langsung kepada pelanggan. Hal ini tidak terlepas dari kata customer service sendiri yang berasal dari kata “customer” yang artinya pelanggan dan “service” yang artinya pelayanan.

Atau jika dijelaskan secara lebih panjang, customer service bisa diartikan sebagai berikut : setiap kegiatan yang ditujukan untuk memberi pelayanan dan mendengarkan setiap keluhan yang dialami oleh pelanggan sehingga keluhan tersebut dapat teratasi. Dengan begitu pelanggan/konsumen menjadi jauh lebih puas.

 

Fungsi Customer Service

Customer service hadir dalam dalam suatu perusahaan berfungsi sebagai pendengar sekaligus pemberi solusi bagi setiap permasalahan atau keluhan dari para konsumen. Tak hanya itu saja, seorang customer service harus bisa menjalankan fungsi sebagai salesman dimana mereka diwajibkan menjual produk kepada pelanggan atau calon pelanggan.

Baca juga  Daftar Bisnis Paling Laris 2019, Kaum Milinieal Harus Coba!

 

Tugas Customer Service

Seorang customer service pada dasarnya memiliki beberapa tugas yang harus dijalankan yakni sebagai berikut :

  • Membangun hubungan baik dengan pelanggan dengan cara memberikan pelayanan yang ramah, maksimal, dan penuh dengan senyuman.
  • Menerima setiap tamu yang datang. Dan customer servis harus menyapanya dengan ramah dan penuh senyuman.
  • Menjadi komunikator atau penghubung antara pelanggan dengan perusahaan. Jika ada klien yang memiliki kepentingan dengan pimpinan perusahaan atau salah satu karyawan, maka customer servicelah yang menghubungkan keduanya.

Berdasarkan pengalaman pribadi, berurusan dengan seorang customer service bukanlah sesuatu hal yang asing bagi diri saya. Baik bertemu secara langsung ataupun secara daring, utamanya untuk urusan bisnis dan perbankan.

Dan ketika saya menghubungi customer service melalui chat, terkadang diberi respon dengan cepat dan berulang-ulang. Itu bukan hantu yang jawab ya, tetapi  chatbot, yaitu sebuah fitur dimana layanan digital berbasis kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan percakapan pada aplikasi.

 

Chatbot dengan Segala Pro dan Kontranya.

Hadirnya fitur kecerdasan buatan yang satu ini memang banyak menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, chatbot dianggap mampu memperingan tugas customer service manusia agar lebih cepat dalam menjawab banyaknya pertanyaan dan keluhan dari para customer.

Adanya sistem seperti ini dianggap mampu mengurangi beban operasional daripada memakai tenaga manusia. Hal ini senada dengan apa yang pernah dikatakan oleh Kaspar Situmorang, Executive Vice President of Digital Center of Excellence Bank BRI seperti yang dilansir dari situs tirto.id. Beliau mengatakan bahwa pengembangan teknologi AI diperlukan untuk mengurangi beban operasional  salah satunya yakni dengan  menekan layanan pelanggan.

Selain itu dengan hadirnya chatbot ini membuat setiap pertanyaan yang diajukan bisa dijawab dengan cepat. Dikarenakan Chatbot merupakan robot yang diprogram untuk membalas pesan-pesan yang dikirimkan dengan indikator tertentu dengan begitu cepat bahkan secara otomatis.

Baca juga  Cara Melaporkan Website Berkonten Negatif Melalui Situs Kominfo

Dahulunya memang chatbot terasa sangat kaku. Ketika pelanggan menanyakan A, maka chatbot menjawab B, jika pelanggan menanyakan C chatbot juga menjawab B. Ada ketidakcocokan antara apa yang ditanyakan pelanggan dengan jawaban dari chatbot tersebut.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, programnya sudah mulai diperbaiki dan kini jauh lebih bawal bila dibandingkan awal peluncurannya. Sekarang model percakapannya terlihat jauh lebih natural.

Sementara itu bagi pihak yang kontra, mereka sangat kurang setuju dengan hadirnya kecerdasan buatan untuk seorang customer service. Saya telah melakukan suatu survey kecil-kecilan yang membuktikan bahwa 7 dari 10 orang memilih Customer Service berbasis manusia daripada harus berhubungan dengan chatbot

Survey memilih Customer Service

Mereka menganggap bahwa dengan adanya customer service bot cepat atau lambat bakal menggantikan pekerjaan manusia. Dengan begitu lapangan pekerjaan menjadi semakin berkurang karena peran manusia sudah diganti oleh teknologi.

Selain itu sebagian konsumen masih beranggapan bahwa jawaban otomatis yang diberikan oleh cs bot sangat tidak nyambung dan tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan. Terkadang cs bot mengirim pesan berulang-ulang sehingga sangat mengganggu kenyamanan bagi para kliennya.

Memang dunia ini selalu penuh dengan pro dan kontra dan untuk customer service di Indonesia saat ini memang tersedia dua jenis. Yaitu customer service yang berbasis manusia dan yang berbasis bot (robot).

 

Botika Product Hadir Sebagai Penyedia Fitur Chatbot Terbaik di Indonesia

Botika Product

Apakah anda seseorang yang Baru saja membangun perusahaan dan menginginkan fitur chat otomatis untuk melayani para pelanggan? Tak perlu bingung, dengan Botika Product bakal mewujudkan keinginan anda tersebut.

Botika Product sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) asal Indonesia yang menyediakan berbagai fitur-fitur yang berhubungan dengan cs (customer service) bot. Beberapa diantaranya yaitu chatbotika enterprise, chatbotika travel, chatbotika commerce, dan masih banyak lagi

Botika membantu pemilik bisnis daring sebagai asisten obrolan untuk melayani pelanggan, mulai dari pemesanan hingga proses transaksi. Tak hanya itu saja, Anda dapat melihat dan membalas semua pesan yang datang dari mana saja, hanya di satu tempat saja. Tidak perlu lagi membuka pesan satu per satu melalui ponsel atau komputer. Sangat mudah dan simpel bukan?

 

Baca juga  Hosting Murah Berkualitas, Disini Tempatnya!

Mengapa Harus Memilih Botika?

Memilih Botika sebagai penyedia layanan chat otomatis berteknologi kecerdasan buatan ini layak anda pilih dengan berbagai alasan. Dengan menggunakannya anda bisa langsung merasakan manfaatnya antara lain ;

  • Memakai teknologi canggih sehingga dapat memenuhi kebutuhan anda dalam waktu yang sangat singkat.
  • Mudah digunakan dan anda bisa membuat percakapan harian dalam bahasa Indonesia.
  • Biaya yang murah sehingga anda tidak perlu mengeluarkan uang besar.
  • Telah melayani banyak pelanggan bahkan perusahaan-perusahaan besar seperti Sampoerna, Mizone, XL, Angkasa Pura II, Lili Combiphar, dan masih banyak lagi yang lainnya menggunakan layanan chatbot milik perusahaan Botika ini.

So, tunggu apalagi segera pesan dari sekarang dan nikmati beragam fitur yang disediakan.

 

Jadi, Apa Customer Service Berbasis Manusia Masih Dibutuhkan?

Customer Service Manusia : Ada atau Bakalan Tiada? 1

Sekarang timbul pertanyaan, dengan semakin gencarnya perusahaan menggunakan layanan pesan otomatis, apakah kehadiran customer service manusia sudah tak lagi dibutuhkan?

Apakah semua pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan terhadap pelanggan akan digantikan oleh teknologi berbasis kecerdasan? Bisa saja iya dan bisa saja tidak. Tetapi, saya lebih setuju jika pelayanan pelanggan berbasis manusia tetap dipertahankan.

Keduanya harus saling melengkapi satu sama lain. Tugas berat yang ditanggung sebagai seorang customer service bisa dibantu dengan fitur balas otomatis. Hal ini membuat tugas mereka menjadi jauh lebih ringan.

Pertanyaan-pertanyaan dari konsumen yang bersifat umum seperti menanyakan produk, harga, ongkos kirim bisa saja dijawab dengan fitur Jawab otomatis. Namun untuk urusan komplain maka sudah seharusnya bukan chatbot lagi yang membalasnya.

Jika keduanya bisa bersamaan buat apa mengganti salah satunya? Hadirnya teknologi sudah seharusnya hadir untuk membantu kerja manusia bukan mengganti peran manusia. Sekian dan sampai jumpa pada artikel berikutnya!

Bagikan tulisan ini

13 pemikiran pada “Customer Service Manusia : Ada atau Bakalan Tiada?”

  1. Ini yang kalo gak bisa jawab pertanyaan detail langsung di-cut diganti suara manusia itu bukan ya.

    Iya emang kudu tetep sama manusia soal pelayanan kayak begini. Atau mungkin teknologinya aja yang belum sampai.

  2. Saya kira layanan CS masih lebih bagus sosok manusia yang tentunya dengan kualitas yang bagus…. Dengan memperdayakan CS manusia, pelanggan lebih dimanusiakan…. Karena dengan menggunakan CS robot, suatu perusahaan tidak serta merta bisa dikatakan berinovasi, mungkin lebih meningkatkan kemampuan CS manusia dan meningkatkan fitur CS yang lebih flexibel…. Banyak sekarang contohnya, CS pembukaan Rekening misalnya, sekarang sudah ada pembukaan rekening hanya via online loh, dan itu sangat mudah…. Nasabah dan CS nya pun dimudahkan dengan adanya fitur yang seperti ini….

    Selain itu, setelah membaca artikel ini, saya jadi mengerti fungsi dan tugas CS untuk suatu perusahaan, sangat vital pengaruh yang dibawa oleh seorang CS….

  3. saya rasa layanan untuk CS masih lebih baik dan efektif manusia yang tentunya manusia mempunyai kualitas yang bagus. dengan menggunakan CS manusia pelanggan lebih dimanusiakan, sebab menggunakan CS robot sangatlah mengganggu menurut saya.

    terimakasih min atas artikelnya

  4. Ini nanti banyak pekerjaan yang akan tergantikan oleh mesin baik hardware ataupun software. Contoh yang sekarang sedang timbul pro dan kontrak adalah costumer service. Sekarang manusia sedang menunggu nasip bahwa pekerjaannya akan diambil alih oleh mesin 🙁

  5. Dari sisi customer tentunya akan lebih puas dengan jawaban dari CS manusia. senatural apapun itu kalau masih bot tentunya jauh beda dangan manusia. Namun, keberadaan CS bot ini sangat sayang jika tidak dimanfaatkan. Menurut saya, keduanya bisa saling berdampingan, CS bot bisa membantu CS manusia menjawab pertanyaan-pertanyaan dari customer ketika CS manusia belum bisa online atau sedang melayani customer lainnya. Dengan demikian, kedua pihak akan sama-sama diuntungkan.

Tinggalkan komentar