Pengertian Diskon dan Cara Menghitung (Penjelasan Lengkap)

Bagi orang yang sering berbelanja, mungkin istilah diskon sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Bahkan sudah bukan rahasia lagi jika diskon selalu jadi buruan bagi para konsumen atau pembeli di Indonesia.

Hal ini terbukti dari data pencarian per bulan dari Ubbersugest berhubungan dengan diskon selalu dalam jumlah yang tinggi. Bahkan cenderung mengalami peningkatan.

Contoh pertama, kata kunci “diskon tiket pesawat”

Pengertian Diskon dan Cara Menghitung (Penjelasan Lengkap) 1

Contoh kedua, kata kunci “diskon Indomaret”

Pengertian Diskon dan Cara Menghitung (Penjelasan Lengkap) 2

Data tersebut membuktikan bahwasanya dalam waktu 1 bulan, kurang lebih ada 4400 orang mencari informasi tentang diskon pesawat dan 2900 orang mencari info tentang diskon Indomaret di google selama satu bulan.

Itu masih pencarian via google, masih belum termasuk pencarian via marketplace dan toko online lainnya. Termasuk juga ketika masyarakat Indonesia berburu diskon secara langsung dengan mendatangi langsung sebuah toko.

Tak peduli laki-laki maupun perempuan, hampir semua pasti menyukai adanya diskon atau potongan harga. Mereka rela memborong produk yang telah didiskon, padahal sebenarnya belum terlalu dibutuhkan. Diskon bagaikan barang menarik yang membuat seseorang menjadi lebih tertarik berbelanja.

Meskipun diskon sudah bukan menjadi hal yang asing ditelinga masyarakat Indonesia, tetapi masih banyak juga yang masih salah kaprah dalam memahami tentang salah satu jenis promo tersebut. Karena hal itulah, melalui artikel ini saya mencoba untuk menjelaskannya

 

Pengertian Diskon

Tahukah kamu apa itu diskon? Diskon merupakan potongan harga yang diberikan kepada konsumen atau pembeli ketika melakukan transaksi atau pembelian barang atau jasa. Biasanya toko atau pemberi diskon memberikan syarat dan ketentuan tertentu jika ingin mendapatkannya.

Baca juga :  P2P Lending Aman dan Menguntungkan Mulai dari 100 Ribu

Selain itu, beberapa ahli juga memberikan sedikit pendapatnya mengenai pengertian diskon. Berikut adalah penjelasannya :

 

Arti Diskon Menurut Suhardi Sigit

Menurut Suhardi Sigit, diskon adalah pengurangan terhadap harga yang ditetapkan sebab pembeli telah memenuhi syarat yang ditetapkan.

 

Arti Diskon Menurut Assauri

Arti diskon menurut Assauri adalah potongan harga berupa pengurangan yang berbentuk tunai atau berupa potongan lainnya.

 

Arti Diskon Menurut Kotler (2007: 485)

Menurut Kotler, pengertian diskon adalah penyesuaian harga dasar untuk memberikan penghargaan kepada pelanggan atas reaksi tertentu seperti pembayaran tagihan lebih awal, jumlah pembelian, dan lain sebagainya.

Sampai saat ini, diskon masih menjadi salah satu strategi marketing yang cukup efektif, baik untuk toko offline maupun toko online. Terbukti dengan adanya diskon, pembeli pasti akan langsung membeli ke toko tersebut.

Bagi pembeli, jelas diskon sangat bermanfaat. Pengeluaran bisa dihemat sehingga pengeluaran pun bisa ditekan. Berburu diskon secara wajar juga merupakan cara terbaik dalam mengatur pengeluaran.

Lantas, bagaimana dengan penjual?

Tentu saja penjual sama sekali tidak dirugikan. Sebab penjual pasti memiliki strategi sendiri ketika hendak memutuskan mengeluarkan kebijakan potongan harga. Selain mereka juga berharap diskon bisa memberikan efek yang bagus dengan kembalinya lagi mereka untuk membeli di toko yang sama.

 

Baca juga : apa itu cashback?

 

Jenis-jenis Diskon

Setelah kamu mengetahui tentang apa itu diskon, saatnya kini mengetahui apa saja jenis-jenisnya. Secara umum, ada 3 jenis potongan harga yang umum diberikan yaitu diskon tunai (cash discount), diskon kuantitas (quantity discount), dan juga diskon perdagangan (trade discount). Berikut masing-masing penjelasannya :

 

Diskon Tunai

Pengertian diskon tunai adalah konsesi atau tunjangan yang diberi penjual kepada pembeli untuk mendorong mereka melakukan pembayaran dengan cepat. Biasanya diskon seperti ini ada pada brosur harga yang ditawarkan.

 

 

Diskon Kuantitas

Sementara itu, diskon kuantitas merupakan penawaran untuk mendorong pembeli membeli produk dalam jumlah yang lebih besar. Ini adalah strategi marketing yang bertujuan supaya pelanggan kembali lagi datang di lain kesempatan.

Baca juga :  Berapakah Biaya Transfer Ovo Saat Ini?

Diskon kuantitas atau kuantitatif terbagi lagi menjadi dua, yaitu diskon kuantitatif kumulatif dan diskon kuantitatif nirkumulatif. Diskon kuantitas kumulatif hanya terjadi pada periode tertentu, sementara itu diskon kuantitas nirkumulatif hanya diterapkan pada pesanan individual.

 

Diskon Perdagangan

Pengertian diskon perdagangan adalah jumlah yang dikurangi dari daftar harga barang yang dijual. Diskon perdagangan diberikan pada harga katalog barang dan dilakukan dengan tujuan meningkatkan penjualan dalam jumlah besar.

 

Tujuan Diskon

Masing-masing penjual memiliki tujuan sendiri saat memutuskan melakukan promo diskon. Meskipun kedua penjual menjual barang yang sama, tak lantas membuat mereka harus memotong harga dengan presentase yang sama.

Satu pedagang mungkin hanya memotong harga 5% saja, sedangkan pedagang lain bisa mencapai 15%. Lalu apa saja sebenarnya yang menjadi tujuan dalam strategi diskon?

 

Menghabiskan Stok Lama

Ada penjual yang memberikan diskon hanya untuk menghabiskan stok lama. Bukan lagi keuntungan yang dipikirkan, tetapi memang bertujuan supaya barang cepat laku terjual dan melakukan inovasi berikutnya dengan produk yang baru.

 

Mendapatkan Pelanggan Baru

Ini merupakan salah satu tujuan umum saat penjual membuat kebijakan pemberian diskon. Menarik perhatian calon pembeli sehingga mereka tertarik untuk membeli produk yang dijual.

Biasanya produsen baru yang memiliki tujuan diskon seperti ini. Sebab mereka pasti membutuhkan banyak pelanggan untuk bisa memajukan usahanya.

 

Mencegah Pelanggan Agar Tidak Berpaling ke Kompetitor

Diskon merupakan sebuah strategi pemasaran yang cukup efektif. Jika dilakukan dengan benar, maka membuat pelanggan tersebut bisa terus menerus membeli produk di tempat kamu bukan di tempat kompetitor.

Banyak penjual memutuskan untuk memberikan diskon besar besaran terhadap pelanggannya, hanya untuk mencegah mereka agar tidak berpaling ke kompetitor yang menjual produk yang sama. Jika kamu menjadi penjual, pasti ingin melakukan hal yang sama bukan?

 

Cara Menghitung Diskon

Setelah membahas mengenai pengertian diskon, jenis-jenis, dan juga tujuannya, pada poin terakhir mari kita bagaimana cara menghitung diskon yang benar. Dalam hal ini, kamu harus mengetahui beberapa konsepnya.

Baca juga :  Terlengkap, Berikut Cara Cetak Rekening Koran BRI + Persyaratannya

 

Besarnya Diskon = Harga Awal – Harga Diskon

Besarnya diskon merupakan pengurangan dari harga awal dikurangi harga diskon yang ditetapkan. Contohnya sebagai berikut :

Diketahui harga jual baju pada sebuah toko adalah Rp.50.000,-. Dan setelah setelah diskon diberlakukan harganya menjadi Rp.20.000,-. Jadi berapakah harga besarnya diskon baju baju tersebut?

Harga Besarnya Diskon = 50.000 – 20.000 = 30.000

Jadi Besarnya Diskon pada harga sebuah Baju tersebut adalah Rp.30.000,-

 

Harga Diskon = Harga Awal – Besarnya Diskon

Untuk menemukan berapa harga diskon, harga awal dikurangi dengan besarnya diskon. Contoh perhitungan harga diskon yaitu sebagai berikut :

Diketahui harga awal baju koko adalah seharga Rp.200.000,- Dan dijual dengan potongan harga Rp.40.000. Berapakah harga baju koko tersebut?

Harga Besarnya Diskon = 200.000 – 40.000 = 160.000

Jadi harga baju koko tersebut setelah diberikan diskon adalah Rp 160.000,-

 

Harga Awal = Harga Diskon + Besarnya Diskon

Untuk mengetahui harga awal dari produk yang dijual, kamu bisa menggunakan rumus harga diskon ditambahkan dengan besarnya diskon. Begini cara perhitungannya :

Diketahui harga sebuah kue setelah setelah diberi potongan harga adalah Rp 4.000- dan besarnya diskon adalah Rp.15.000,-. Jadi berapakah harga awal kue tersebut?

Harga Awal Kue = 15.000 + 4.000 = 19.000

Jadi harga awal pada Roti tersebut sebelum diskon adalah Rp 19.000,-

 

Diskon (%) = Besarnya Diskon / Harga Awal x 100%

Untuk mengetahui berapa persen diskon, kamu bisa memakai rumus tersebut. Besarnya diskon dibagi harga awal dikali dengan 100%. Agar semakin paham, mari simak contoh perhitungannya berikut ini :

Diketahui harga awal tas ransel seharga Rp.250.000,-. Dan dijual dengan diskon seharga Rp 50.000,-. Jadi berapa persenan diskon tersebut?

Persenan Diskon = (50.000/250.000) x 100% = 20%

Jadi harga persentase diskon pada tas ransel yang dijual adalah 20%.

 

Demikian pembahasan mengenai pengertian diskon, jenis-jenis diskon, tujuan diskon, dan cara menghitung diskon. Semoga artikel ini bermanfaat untuk semua, sekian dan terima kasih.

Tinggalkan komentar