Penulisan Bentuk Ulang dan Gabungan Kata yang Benar Sesuai PUEBI

Penulisan bentuk ulang dan gabungan kata yang benar

Kembali lagi bersama Firdaus Artikel, pada postingan kali ini mimin akan menjelaskan seputar penulisan bentuk ulang dan gabungan kata. Materi ini memang sederhana, namun pada kenyataannya masih banyak yang salah dalam menuliskannya.

Sebelum masuk ke dalam inti materi, kamu harus mengetahui terlebih dahulu bentuk ulang tidak sama dengan kata ulang. Memang keduanya sama-sama ada istilah “ulang” namun berarti memiliki makna yang sama.

Lantas apa bedanya?

Bentuk ulang merupakan bentuk yang mengalami perulangan. Contoh penulisan bentuk ulang yakni sia-sia, kupu-kupu, kuda-kuda. Sedangkan kata ulang adalah kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi. Contoh penulisan kata ulang yakni seperti rumah-rumah, tetamu, dag-dig-dug

Bentuk ulang bersifat tunggal. Maksudnya makna dari sebuah kata tersebut memiliki 1 arti, contoh “kupu-kupu’ maka jika kita maknai kupu-kupu berjumlah 1. Berbeda halnya dengan kata ulang yang bersifat ganda. Dalam artian, makna dari kata ulang tersebut menunjukkan arti nama, contoh “rumah-rumah” yang mempunyai arti banyak rumah.

Lalu, bagaimana untuk gabungan kata? Hmm.. Mimin rasa tak perlu dijelaskan secara panjang lebar kamu sudah bisa memahaminya. Istilah tersebut bermakna gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna tersendiri jika sudah digabungkan.

Sudah tau kan? Jangan sampai salah membedakan lagi ya. Untuk postingan ini, Mimin akan lebih berfokus pada bentuk ulang saja. Bagaimanakah cara penulisan bentuk ulang yang benar? Simak pembahasannya berikut ini :

 

Penulisan Bentuk Ulang dan Gabungan Kata

Baik bentuk ulang maupun gabungan kata, tata aturan penulisannya diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang mulai diberlakukan pada tahun 2015. Selengkapnya dapat kamu lihat di bawah ini :

Baca juga  2 Cara Berhenti Donasi Unicef dengan Mudah dan Cepat

 

Bentuk Ulang

Bentuk ulang ditulis memakai tanda hubung (-) diantara unsur-unsurnya.

Misal :

  • Anak-anak sedang bermain di taman.
  • Hati-hati dalam berkendara.
  • Jangan terus-menerus mencari kesalahan orang lain.
  • Kura-kura berjalan dengan sangat lambat.
  • Kupu-kupu memiliki warna sayap yang sangat indah.

 

Catatan : untuk bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan cara mengulang unsur pertama.

Misal :

  • Kerta api cepat —> kereta-kereta api cepat.
  • Rak buku —> rak-rak buku.
  • surat kabar —> surat-surat kabar.

Gabungan Kata

Jika bentuk ulang mempunyai 1 ketentuan saja dalam penulisannya, maka berbeda dengan gabungan kata yang memiliki 5 ketentuan yaitu :

1. Unsur gabungan kata yang sering disebut kata majemuk, termasuk juga istilah khusus, ditulis terpisah.

Contoh :

  • Duta besar mendatangi Yogyakarta kemarin.
  • Dia pulang dari luar kota membawa cendera mata.
  • Bentuk bangun itu persegi panjang, bukan persegi.
  • Orang gila tersebut dibawa ke rumah sakit jiwa.
  • Andi dan Rudi bertemu di simpang empat jalan.

 

2. Gabungan kata yang bisa menimbulkan salah penafsiran ditulis dengan menambahkan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.

Contohnya :

  • Anak-istri pejabat itu sedang diperiksa oleh pihak berwajib. (anak-istri pejabat: anak dan istri seorang pejabat).
  • Anak istri-pejabat itu memiliki kulit yang putih (anak istri-pejabat: anak dari istri pejabat).
  • Nenek merupakan ibu bapak-kami. (ibu bapak-kami: ibu dari bapak kami).
  • Ibu-bapak kami sedang pergi keluar kota. (ibu-bapak kami: ibu dan bapak kami).

 

3. Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis secara terpisah apabila mendapat awal (prefiks) atau akhiran (sufiks).

Misalnya seperti :

  • Para hadirin bertepuk tangan menyaksikan pertunjukan tersebut. (ber = awalan/imbuhan/prefiks, tepuk tangan = gabungan kata).
  • Tolong garis bawahi kata-kata yang termasuk ke dalam kata dasar. (Huruf i pada kata garis bawahi adalah akhiran/imbuhan/sufiks, garis bawah = gabungan kata).
  • Tolong sebar luaskan materi ini kepada yang lain. (kan = akhiran/imbuhan/sufiks, sebar luas = gabungan kata).

 

Baca juga  5 Aplikasi Belajar Akuntansi Terbaik untuk Siswa atau Mahasiswa

4. Gabungan kata yang mengandung awalan dan akhiran atau konfiks ditulis serangkai.

Contohnya seperti :

  • Pahala seseorang bisa dilipatgandakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. (di-kan = konfiks, lipat ganda = gabungan kata).
  • Ayu menggarisbawahi tulisan yang dianggap penting. (meng-i = konfiks, garis bawah = gabungan kata).
  • Jangan menyebarluaskan berita bohong. (me-kan = konfiks, sebar luas = gabungan kata).
  • Penulisan yang benar adalah pertanggungjawaban bukan pertanggung jawaban. (per-an = konfiks, tanggung jawab = gabungan kata).

 

5. Gabungan dua buah kata yang sudah padu ditulis serangkai.

Contoh :

  • Bagaimana (gabungan dari kata bagai + mana).
  • Kacamata (gabungan dari kata kaca + mata).
  • Wiraswasta (gabungan dari kata wira + swasas).
  • Dukacita (gabungan dari kata duka + cita).
  • Bilamana (gabungan dari kata bila + mana).

 

Bagaimana? Sudah paham kan? Bagi kamu yang masih belum paham, jangan ragu, sungkan, ataupun malu untuk bertanya materi penulisan bentuk ulang dan gabungan ini di kolom komentar ya. Jika bermanfaat boleh di share kepada yang lainnya, terima kasih.

Bagikan tulisan ini

Satu pemikiran pada “Penulisan Bentuk Ulang dan Gabungan Kata yang Benar Sesuai PUEBI”

Tinggalkan komentar