3 Perbedaan Hard Reset dan Factory Reset pada Android

Istilah hard reset dan factory reset mungkin sebelumnya sudah pernah anda ketahui. Banyak yang menganggap keduanya sama, namun sebenarnya ada perbedaan antara kedua jenis reset android ini.

Sama seperti anda, awalnya pun saya menganggap keduanya sama. Hanya beda sebutannya saja. Ibarat menyebutkan istilah komputer dan PC.

Baik hard reset maupun factory reset memang memiliki persamaan, namun ada juga perbedaannya. Jadi, bagi yang menyebutkan keduanya sama tidak sepenuhnya salah hanya saja kurang tepat.

Persamaan hard reset dan factory reset adalah sama-sama mengembalikan smartphone kembali ke settingan pabrik. Sama seperti halnya seperti saat kita memiliki ponsel yang baru saja dibeli, semua kembali dari 0. Dan semua data-data yang ada sebelumnya menjadi hilang.

 

Perbedaan Hard Reset dan Factory Reset

3 Perbedaan Hard Reset dan Factory Reset pada Android 1

Perbedaan kedua istilah reset ini dapat dilihat dari berbagai hal seperti metode, fungsi, dan lain sebagainya. Berikut ini hal-hal yang menjadi perbedaan mendasar antara factory reset dan hard reset :

 

Pengertian

Memang baik hard reset maupun factory reset artinya sama-sama mengembalikan smartphone ke settingan pabrik. Secara sekilas, memang keduanya punya definisi yang sama. Namun, perlu anda ketahui ada perbedaan mendasar antara keduanya walau tidak mencolok.

Factory reset artinya metode untuk mengembalikan kondisi ponsel cerdas sesuai dengan pengaturan pabrikan atau ketika anda belum mengubah pengaturan tersebut. Sementara untuk hard reset, metode pengembalian kondisi ponsel ke settingan pabrik dengan cara yang sedikit berbeda.

 

Baca juga : cara menghemat baterai smartphone.

 

Metode

Perbedaan hard reset dan factory reset selanjutnya dapat anda ketahui dari bagaimana metodenya. Ini adalah perbedaan yang paling mendasar bahkan mencolok diantara keduanya.

Cara melakukan factory reset bisa melalui pengaturan yang ada pada ponsel anda. Untuk lebih jelasnya, bisa mengikuti panduan selengkapnya berikut ini. 

Sementara itu hard reset biasanya dilakukan dengan menggunakan kombinasi tombol. Biasanya menggunakan tombol volume dan tombol power atau menggunakan tombol kunci. Masing-masing merek smartphone punya cara yang berbeda-beda.

 

Baca juga : cara mengatasi tidak bisa pasang aplikasi di android.

 

Kegunaan

Dan perbedaan ketiga bisa diketahui dari kegunaannya. Baik hard reset maupun factory reset sama-sama digunakan untuk mengembalikan ke settingan awal, namun bedanya hard reset digunakan untuk kondisi yang lebih serius.

Misal ketika anda lupa password layar sehingga tidak bisa membukanya. Tentu saja, anda tidak mungkin bukan melakukan factory reset karena pengaturan saja tidak bisa diakses. Disinilah peran hard reset yang bisa memberikan solusi atas permasalahan tersebut.

Sementara itu, jika kondisi ponsel tidak ada dalam terkunci maka factory reset ataupun hard reset sama-sama bisa dilakukan.

 

Baca juga : cara melakukan soft reset.

 

Kesimpulan

Jadi kesimpulan dari pembahasan ini adalah hard reset dan factory reset memiliki definisi yang sama, yaitu proses pengembalian kondisi smartphone ke pengaturan pabrik. Hanya saja, keduanya digunakan pada kondisi yang berbeda dan juga dengan cara yang berbeda.

Demikian pembahasan mengenai perbedaan antara hard reset dan juga factory reset. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda.

Tinggalkan komentar