Di tengah meningkatnya tuntutan perusahaan untuk melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR) yang terukur dan berkelanjutan, startup lingkungan LindungiHutan meluncurkan pendekatan inovatif melalui fitur CorporaTree.
Program ini memfasilitasi perusahaan dalam melakukan penanaman pohon yang tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga disertai pelaporan data yang transparan, dapat dilacak, dan relevan untuk penyusunan laporan keberlanjutan atau ESG (Environmental, Social, Governance).
Penanaman Pohon yang Bisa Dilacak Secara Digital

Keunikan CorporaTree terletak pada sistem pelacakan digital setiap pohon yang ditanam. Melalui teknologi ini, perusahaan dapat memantau lokasi tanam, jenis pohon, dokumentasi lapangan, hingga estimasi serapan karbon yang dihasilkan.
Salah satu contoh implementasinya adalah kolaborasi dengan Alfamart, yang melalui CorporaTree berhasil menanam 20.000 pohon mangrove di pesisir Semarang. Inisiatif ini tidak hanya membantu menahan laju abrasi dan melindungi ekosistem laut, tetapi juga memberdayakan warga pesisir melalui program kerja lapangan dan edukasi lingkungan.
Menurut Ben, CEO dan Co-Founder LindungiHutan, CSR adalah peluang strategis bagi perusahaan untuk menunjukkan nilai dan komitmen mereka terhadap masa depan bumi. “Kami membantu mereka mewujudkannya secara nyata dan transparan. Pendekatan ini juga membangun kepercayaan publik dan loyalitas konsumen,” ujarnya.
Mendukung Berbagai Tujuan Sosial dan Lingkungan

CorporaTree memungkinkan perusahaan memilih sendiri lokasi penanaman, jumlah pohon, dan narasi sosial yang ingin mereka dukung. Opsi yang tersedia mencakup restorasi hutan mangrove, pemberdayaan petani, hingga pemulihan lahan kritis.
Pendekatan fleksibel ini membuat program diminati berbagai sektor, mulai dari perbankan, FMCG, hingga perusahaan teknologi.
Chasif, CTO LindungiHutan, menekankan bahwa data menjadi penghubung antara komitmen perusahaan dan dampak nyata di lapangan. “Kolaborasi ini adalah tentang keberlanjutan yang bisa dibuktikan. Data bukan hanya pelengkap, tapi jembatan yang memperlihatkan hasil kerja secara transparan,” jelasnya.
Dasbor Pelaporan untuk Transparansi dan ESG
Melalui sistem pelaporan internal, perusahaan mendapatkan dasbor khusus berisi data estimasi serapan karbon, jumlah pohon yang ditanam, luas area yang dihijaukan, serta dokumentasi kegiatan.
Informasi ini memudahkan penyusunan laporan tahunan, publikasi keberlanjutan, hingga pemenuhan standar ESG. Transparansi data juga memperkuat posisi perusahaan di mata publik, investor, dan regulator.
Imbangi: Solusi Karbon Terintegrasi untuk Perusahaan

Selain CorporaTree, LindungiHutan juga menghadirkan Imbangi, sebuah platform penghitungan dan kompensasi emisi karbon yang dirancang khusus untuk mendukung perusahaan mencapai target keberlanjutan mereka.
Dengan Imbangi, perusahaan dapat menghitung jejak karbon operasionalnya dan mengimbanginya melalui penanaman pohon di lokasi yang sesuai dengan prioritas lingkungan dan sosial mereka.
Program Imbangi terintegrasi langsung dengan sistem pelaporan CorporaTree, sehingga setiap aksi penanaman yang dilakukan untuk mengimbangi emisi dapat dilacak secara digital.
Ini memberi perusahaan bukti konkret bahwa upaya pengurangan jejak karbon mereka benar-benar memberikan dampak ekologis dan sosial.
Dengan pendekatan ini, LindungiHutan membantu perusahaan memenuhi standar pelaporan ESG internasional sekaligus berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emission.
Lebih dari 1 Juta Pohon Tertanam Sejak 2016
Sejak berdiri pada 2016, LindungiHutan telah menanam lebih dari 1 juta pohon di lebih dari 30 lokasi, termasuk Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan.
Setiap proyek disertai laporan komprehensif yang bisa langsung digunakan perusahaan sebagai bukti komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Dengan CorporaTree, LindungiHutan ingin mengubah cara pandang terhadap CSR: bukan sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai investasi jangka panjang untuk keberlanjutan dan masa depan bersama.
