Sudah lebih dari 10 tahun YouTube memiliki halaman trending pada aplikasinya. Sebagaimana diketahui, halaman trending ini berfungsi untuk menampilkan video-video trending atau paling populer.
Akan tetapi, nampaknya tidak lama lagi fitur tersebut tidak ada lagi. Melalui pengumuman resmi yang belum lama ini dirilis oleh YouTube, mereka akan menutup halaman trending dalam beberapa minggu ke depan.
Mengapa YouTube Hapus Halaman Trending?

YouTube sengaja menghapus halaman trending dikarenakan adanya penurunan traffic yang drastis dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Mayoritas pengguna lebih sering mengunjungi kategori video lainnya.
Misal, pengunjung yang ingin menonton video olahraga yang sedang populer saat ini, pengunjung akan mengklik bagian olahraga bukan trending. Lagipula, pada bagian trending belum tentu juga yang nomor 1 video tentang olahraga.
Daripada repot scroll ke bawah, lebih baik langsung cek di bagian olahraga saja. Hal yang sama berlaku untuk kategori-kategori lainnya.
Jadi, YouTube menilai trending ini tidak lagi relevan sehingga tidak perlu disediakan fitur khusus.
“Dulu, saat kami pertama kali meluncurkan halaman Trending, jawaban atas ‘apa yang sedang tren?’ masih bisa ditangkap lewat satu daftar video viral yang dibicarakan semua orang,” tulis YouTube dalam pengumuman resminya.
“Hari ini, tren terdiri dari banyak video yang dibuat oleh banyak komunitas, dan lebih banyak mikro-tren yang dinikmati oleh komunitas yang sangat beragam,” lanjutnya.
Selain itu, pengguna lebih sering melakukan pencarian video trending melalui rekomendasi algoritma, pencarian, kolom komentar, Shorts, dan komunitas kreator di platform.
Apa Pengganti Halaman Trending YouTube?
Sebagai penggantinya, YouTube menghadirkan Youtube Charts yang akan menampilkan video terpopuler berdasarkan kategori yang meliputi:

- Video Musik Trending
- Lagu Teratas Mingguan
- Lagu Teratas Harian di Shorts
- Video Musik Teratas Harian
- Artis Teratas Mingguan
- Trailer film mingguan
- Podcast Populer
- Dan masih banyak lagi lainnya.
Pengguna diberikan beberapa pilihanuntuk mengurutkan daftar video trending dengan opsi “terpopuler”, “debut tertinggi”, hingga “lompatan terbesar”.
Sementara itu, untuk youtuber yang sebelummya mengandalkan halaman trending akan diarahkan ke Inspiration Tab di Youtube Studio dimana disana akan ditawarkan ide konten berbasis AI.
Selain itu Youtube juga akan mengembangkan fitur bernama Hype yang membuat penonton mempromosikan video favorit mereka agar lebih terlihat. Jadi, youtuber tetap bisa mendapatkan traffic tinggi dari konten video yang sudah dibuat.
Perubahan ini sendiri akan mulai berlaku dalam beberapa minggu kedepan, untuk saat ini Trending masih tersedia dan saat resmi dimatikan maka pengguna tidak akan menemukannya lagi. Bagaimana menurut Anda tentang kebijakan YouTube ini? Yuk, sampaikan di kolom komentar.
