Sebenarnya ketika Anda menggunakan laptop secara terus menerus, apalagi dipakai untuk hal-hal berat seperti editing dan gaming, laptop pasti menjadi panas. Itu adalah suatu kewajaran.
Karena pada dasarnya, saat digunakan komponen-komponen laptop seperti processor dan RAM akan terus bekerja. Itulah mengapa pada sebuah laptop ataupun PC pasti ada fan atau kipas di dalamnya untuk menurunkan suhunya supaya tidak terlalu panas.
Bahkan, untuk jenis-jenis laptop tertentu, fan atau kipas bisa berjumlah dua. Kalau tidak ada kipas, sudah pasti laptop Anda akan panas sekali saat digunakan.
Namun meski sudah ada kipas, nyatanya masih banyak orang mengeluhkan laptopnya cepat panas atau overheat. Baru dipakai setengah jam, sudah panas saja.
Penyebab Laptop Cepat Panas

Setidaknya ada beberapa penyebab mengapa laptop bisa cepat panas padahal baru sebentar dipakai yaitu.
1. Ventilasi Laptop Tersumbat
Ventilasi laptop berfungsi sebagai sirkulasi udara sehingga mesin tidak lembab. Ventilasi laptop jangan sampai dalam keadaan tersumbat karena menyebabkan laptop cepat panas.
Anda harus mengeceknya apakah ventilasi tersebut kotor atau tidak. Jika kotor, tentu saja harus Anda bersihkan. Ventilasi biasanya ada pada bagian bawah atau samping laptop.
2. Thermal Paste Mengering
Thermal paste ini mirip seperti odol yang letaknya pada permukaan processor. Fungsi thermal paste adalah sebagai penghantar panas yang baik sehingga laptop tidak overheat.
Thermal Paste membantu mentransfer panas dari prosesor dan ke pendingin. Unit pendingin kemudian membuang panas itu keluar dari laptop atau PC melalui lubang pembuangan atau ventilasi.
Seiring dengan berjalannya waktu, thermal paste pasti mengering. Kalau Anda menggunakan laptop untuk aktivitas berat, pasti thermal paste tersebut akan cepat mengering.
Nah, kalau thermal paste sudah mengering membuat laptop menjadi cepat panas. Tidak perlu khawatir, jika sudah kering Anda bisa memasang ulang thermal paste.
Idealnya pemasangan thermal paste itu setiap 6 bulan sekali untuk pemakaian yang berat, 1 tahun sekali untuk pemakaian sedang, dan 2 tahun sekali untuk pemakaian ringan.
3. Laptop Ditaruh di Tempat yang Salah
Jangan sampai Anda salah dalam menaruh laptop. Tempat yang tepat untuk meletakkan laptop adalah tempat dengan permukaan keras dan rata seperti meja.
Jangan pernah menaruh laptop di atas kasur, bantal, atau bahan kain yang empuk. Sebab, membuat sirkulasi udara menjadi tidak lancar sehingga laptop pun cepat panas.
4. Kipas Laptop Bermasalah
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pada laptop ada yang namanya kipas yang berperan sebagai pendingin. Tentu saja kipas harus berfungsi dengan baik supaya bisa mendinginkan laptop.
Jika kipas laptop bermasalah tentunya membuat sistem pendingin tidak berjalan dengan baik yang membuatnya menjadi overheat.
5. Suhu Ruangan yang Terlalu Panas
Penyebab selanjutnya yang membuat laptop Anda cepat panas yaitu suhu ruangan yang terlalu panas. Karena ketika suhu panas, maka udara akan masuk ke sela-sela laptop yang membuat komponen di dalamnya menjadi cepat panas.
Jika Anda mencermati, laptop atau komputer-komputer yang ada di sekolah, kampus, hingga kantor pasti diletakkan di ruangan ber-AC atau setidaknya ada kipas angin. Hal ini bukan tanpa alasan, karena AC atau kipas angin tersebut bertujuan untuk mendinginkan suhu ruangan.
6. Menggunakan Laptop Terlalu Lama
Laptop jika Anda gunakan secara terus menerus tanpa berhenti pasti membuat komponennya harus bekerja ekstra keras. Thermal paste mengering sehingga membuat panas tidak tersalurkan dengan baik.
Jika memang dengan terpaksa Anda harus menggunakan laptop dalam waktu yang lama, kasih jeda waktu selama 15 – 20 menit untuk mematikan laptop sebentar sebelum menggunakannya kembali.
Dengan begitu, laptop Anda suhunya tidak akan terlalu panas karena sempat beristirahat selama beberapa menit.
Bahaya Laptop Terlalu Panas

Laptop yang terlampau panas tentu saja sangat berbahaya. Komponen seperti prosesor, kartu grafis, atau motherboard bisa rusak secara permanen.
Selain itu, laptop overheat membuat kinerja laptop saat membuka dan menjalankan aplikasi menjadi menurun. Bahkan sekalipun Anda sudah menggunakan SSD.
Tidak sskedar itu saja, suhu tinggi pada laptop akan menguras daya baterainya. Alhasil, baterai laptop pun menjadi lebih cepat habis.
Cara Mengatasi Laptop Cepat Panas

Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi laptop overheat yaitu.
1. Bersihkan Seluruh Komponen Laptop + Ganti Thermal Paste Jika Sudah Kering
Bersihkan terlebih dahulu semua komponen laptop, baik itu bagian luar maupun bagian dalam. Jangan sampai tersisa sedikitpun kotoran karena kotoran inilah yang menjadi salah satu hal pemicu laptop overheat.
Untuk membersihkan bagian dalam laptop, tentu saja Anda harus casingnya. Setelah dibuka dan dibersihkan semuanya, pastikan juga kipas berfungsi dengan baik dan thermal paste masih ada.
Jika thermal paste sudah mengering, Anda harus menggantinya dengan yang baru. Pastikan Anda hanya memasang thermal paste dengan merek terbaik bukan abal-abal. Contohnya yaitu Grizzly, Coolers Master, DeepCool, dan KingPin.
Bagaimana jika tidak bisa bongkar laptop sendiri?
Anda bisa membawa laptop ke service center atau toko komputer terdekat yang terpercaya. Anda cukup membayar Rp150.000 – Rp200.000 untuk pembersihan laptop termasuk pergantian thermal paste.
Tentu bukan suatu masalah mengeluarkan uang Rp200.000 untuk pencegahan daripada harus mengeluarkan uang untuk mengatasi laptop mati total. Pasti tarifnya akan semakin mahal.
2. Taruh Laptop di Tempat yang Tepat
Cara mengatasi laptop cepat panas selanjutnya adalah meletakkan laptop di tempat yang seharusnya yaitu meja dengan permukaan keras dan laptop. Percuma saja laptop sering dibersihkan, tetapi Anda masih menaruhnya di atas kasur.
Nanti pasti akan panas kembali. Jadi, jangan sekali-sekali menaruh laptop di atas kasur.
3. Jangan Menggunakan Laptop di Ruangan Panas
Memakai laptop di suhu ruangan yang tidak panas merupakan langkah antisipasi untuk membuat laptop tidak panas. Jangan sampai Anda menggunakan laptop di ruangan panas apalagi sampai berada di bawah sinar matahari langsung.
Apabila di ruangan tersebut ada kipas atau AC, lebih baik nyalakan saja. Sebab, kipas atau AC tersebut bisa membantu menurunkan suhu sehingga kondisinya tidak terlalu panas.
4. Menggunakan Kipas Eksternal
Cara mengatasi laptop cepat panas satu ini sifatnya opsional tetapi cukup efektif untuk mendinginkan suhu laptop sehingga tidak overheat. Anda bisa menggunakan kipas eksternal yang bisa didapatkan di toko komputer terdekat.
Kipas eksternal atau cooling pad ini akan membantu mendinginkan mesin laptop dari luar. Dari dalam ada pendingin dan dari luar juga ada pendingin dan ini adalah kombinasi yang sangat bagus.
5. Jaga Durasi Pemakaian Laptop
Seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu penyebab laptop overheat adalah terlalu lama memakai laptop. Maka dari itu, Anda harus bisa mengatur dengan baik durasi pemakaian laptopnya.
Jangan gunakan laptop lebih dari 7 jam secara terus menerus tanpa istirahat. Untuk pemakaian laptop lebih dari waktu tersebut, disarankan untuk mematikannya dulu setelah 3-4 jam, lalu setelah 15 menit hidupkan kembali.
Tidak sulit bukan? Itulah dia cara mengatasi laptop cepat panas yang sangat efektif untuk dilakukan. Selain dari sisi hardware, Anda perlu memperhatikan dari sisi software untuk mencegah laptop tidak overheat.
Pastikan laptop Anda tidak menjalankan banyak aplikasi di latar belakang. Selain itu, rajin-rajinlah untuk membersihkan virus atau malware karena bisa memicu berbagai problem laptop termasuk itu overheat.

Kebetulan banget nih laptop aku akhir2 ini sering panas padahal dulu2 nggak, mungkin thermal paste nya sudah habis ya. Harus beli kipas eksternal y berarti…
Bisa bersihkan thermal paste dulu. Kipas eksternal opsi kesekian.