Penulisan Angka dan Bilangan yang Tepat Sesuai Kaidah PUEBI

Penulisan angka dan bilangan

Berbicara soal bahasa Indonesia, tidak selalu membahas soal huruf dan bacaan saja, bahkan penulisan angka dan bilangan pun juga diatur penulisannya dan berlaku secara nasional berdasarkan Permendikbud RI No. 50/2015 Tanggal 26 November 2015 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Angka merupakan tanda atau lambang yang digunakan untuk melambangkan atau mengganti suatu bilangan. Angka dapat ditulis dalam bentuk nomor (1,2,3,4,5) ataupun dalam bentuk Romawi (I, II, III, IV, V).

Sedangkan bilangan merupakan suatu konsep matematika yang dipakai untuk pencacahan dan juga pengukuran. Dalam KBBI V, juga dijelaskan bahwa bilangan adalah satuan dalam sistem matematis yang abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, ataupun dikalikan.

 

Penulisan Angka dan Bilangan yang Tepat

Setidaknya, ada 14 tata cara penulisan angka dan juga bilangan yang benar menurut kaidah PUEBI. Berikut ini adalah penjelasannya :

 

Angka

1. Penulisan angka terbagi menjadi angka Arab dan angka Romawi yang selama ini biasa kita gunakan sebagai lambang bilangan atau nomor.

Angka Arab yakni 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Angka Romawi yaitu I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), D (500), M (1000)

 

2. Angka yang menunjukkan bilangan berjumlah besar bisa ditulis sebagian dengan huruf supaya lebih mudah dalam membacanya.

Misal :

  • Proyek jalan tersebut menghabiskan dana 500 miliar rupiah
  • Harga mobil yang dibeli ayah mencapai 200 juta rupiah.
  • Modal yang dibutuhkan untuk membangun PT berkisar 100 juta.
  • Perusahaan tersebut baru mendapatkan pinjaman 600 miliar rupiah.
  • Jumlah penduduk Indonesia 250 juta orang berdasarkan hasil sensus terbaru.

 

Baca juga  Macam-macam Bencana Alam yang Kerap Terjadi di Indonesia

3. Penulisan angka digunakan untuk menyatakan ukuran panjang, berat, volume, waktu, dan nilai uang.

Contoh :

  • Berat badan Yogi sebesar 35 kilogram.
  • Tinggi badan Tanto mencapai 187 sentimeter.
  • Rudi membutuhkan waktu 1 jam 15 menit untuk menyelesaikan soal.
  • Harga telur 1 buah telur Rp2.000,00
  • Lahan seluas 10 hektare habis dilalap si jago merah.

 

4. Penulisan angka digunakan untuk menomori alamat seperti rumah, apartemen, jalan, ataupun kamar.

Misalnya :

  • Jalan Arwana No. 31
  • Jalan Letnan Marzuki II No. 21 atau bisa ditulis Jalan Letnan Marzuki II/21.
  • Hotel Cendana, Kamar 261
  • Gedung Niaga, Lantai III, Ruang 203.

 

5. Angka juga digunakan untuk menomori ayat kitab suci atau bagian karangan.

Contoh :

  • Bab XI, Pasal 3, halaman 242.
  • Surat Yasin : 11
  • Markus 16 : 15-16

6. Penulisan angka yang berakhiran -an ditulis dengan cara sebagai berikut.

Misalnya :

  • Tiga lembar uang seribuan (tiga lembar uang 1.000-an).
  • Tahun seribu delapan ratus delapan puluhan (tahun 1880-an).
  • Uang dua ribuan (uang 2.000-an).

 

Bilangan

1. Bilangan dalam teks yang bisa dinyatakan dengan satu ataupun dua kata ditulis dengan huruf. Namun hal tersebut tidak berlaku apabila dipakai secara berurutan, contohnya pada perincian.

Misalnya :

  • Penerbit itu berhasil menerbitkan lebih dari dua juta buku.
  • Di antara 100 anggota yang hadir, 65 orang menyatakan setuju sedangkan 35 orang tidak setuju.
  • Merk mobil travel yang dipesan untuk liburan terdiri atas 12 Avanza, 25 Kijang Innova, dan 10 Luxio.

 

2. Bilangan pada awal kalimat ditulis menggunakan huruf.

Contohnya :

  • Tujuh Puluh Siswa SMA Negeri 4 Jember mengikuti lomba yang diadakan salah satu perguruan tinggi swasta.
  • Lima pemenang sayembara diundang ke Bandung.


Jangan ditulis seperti ini :

  • 70 Siswa SMA Negeri 4 Jember mengikuti lomba yang diadakan salah satu perguruan tinggi swasta.
  • 5 pemenang sayembara diundang ke Bandung.
Baca juga  Aturan Pemenggalan Kata yang Benar Sesuai PUEBI

 

3. Jika bilangan pada awal kalimat tak dapat dengan satu ataupun dua kata, maka susunan kalimatnya diubah.

Misal :

  • Jumlah peserta lomba adalah 251 orang
  • Panitia mengundang 200 orang peserta.
  • Di lemari tersebut tersimpan 30 naskah kuno.

Jangan ditulis seperti ini

  • 251 orang menjadi peserta lomba.
  • 200 orang peserta diundang panitia.
  • 30 naskah kuno tersimpan di lemari tersebut.

 

4. Penulisan bilangan utuh dan bilangan pecahan ditulis dengan cara  sebagai berikut.

Contoh :

  • 15 ditulis lima belas.
  • 50 ditulis lima puluh.
  • 1/2 ditulis setengah atau seperdua.
  • 3% ditulis tiga persen.
  • 1/12 ditulis seperdua belas.

 

5. Untuk bilangan tingkat dapat kamu tulis dengan cara berikut ini.

Misalnya :

  • Abad ke-20.
  • Abad kedua puluh.
  • Abad XX.
  • Perang Dunia Ke-1.
  • Perang Dunia Kesatu.
  • Perang Dunia I.

 

6. Penulisan bilangan yang ditulis dengan angka dan huruf sekaligus pada peraturan perundang-undangan, kuitansi, dan akta ditulis dengan cara berikut ini.

Misalnya :

  • Telah diterima uang sebanyak Rp4.350.000,00 (empat juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) untuk pembayaran dua unit televisi.
  • Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp900.000,00 (sembilan ratus rupiah. (Pasal 362 KUHP).


7. Penulisan bilangan yang dilambangkan dengan angka dan diikuti dengan huruf dilakukan dengan cara seperti berikut.

Contohnya :

  • Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp800.500,50 (delapan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sembilan).
  • Bukti pembelian barang senilai Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban.
8. Bilangan yang digunakan untuk menyatakan unsur nama geografi ditulis dengan huruf.

Contoh :

  • Rajaampat
  • Simpanglima
  • Tigaraksa
  • Kontonanampek
  • Kelapadua

Nah, mulai sekarang jangan sampai salah lagi ya. Akhir kata, mimin ucapkan terima kasih karena telah bersedia membaca sedikit materi penulisan angka dan bilangan ini sampai akhir. Silakan tanyakan saja di kolom komentar apabila ada hal-hal yang belum dipahami, terima kasih :).

Baca juga  Beberapa Aturan Pemakaian Huruf Menurut PUEBI 2015
Bagikan tulisan ini

Satu pemikiran pada “Penulisan Angka dan Bilangan yang Tepat Sesuai Kaidah PUEBI”

Tinggalkan komentar