Bagaimana Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)

Apabila Anda bertanya perihal bagaimana perlindungan hak kekayaan intelektual bekerja, maka kami akan mencoba mengulasnya disini. Sebab, HAKI selalu menjadi isu yang banyak diperbincangkan karena bersangkutan dengan hak cipta. Lantas bagaimanakah cara kerja perlindungan HAKI?

 

Baca juga : apa itu Hak Kekayaan Intelektual?

 

Bagaimana Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Bekerja?

Setiap orang yang sudah mendaftarkan ciptaan atau karyanya ke HAKI, maka dipastikan kalau karya atau ciptaan tersebut sudah memiliki kekuatan hukum, sehingga pada sewaktu-waktu ada pihak yang melakukan penyelewengan maka Anda bisa melakukan gugatan.

Itulah yang menjadi tujuan dari HAKI, dimana yang pertama sebagai antisipasi dari setiap kemungkinan terjadinya pelanggaran HAKI. Kemudian yang kedua yaitu meningkatkan daya kompetisi serta pangsa pasar dalam hal komersialisasi kekayaan intelektual.

Terakhir, bisa dijadikan pertimbangan dalam menentukan strategi penelitian, usaha hingga industri yang ada di Indonesia.

Biasanya peraturan perundang-undangan perihal HAKI sudah ada yang mengatur sendiri, dan akan dijadikan sebagai landasan apabila sewaktu-waktu terjadi pelanggaran dan Anda sebagai si pemilik HAKI mengajukan gugatan.

Sebagai contoh, Anda baru saja merilis sebuah buku, tetapi rupanya ada pihak yang tanpa seizin Anda sudah menggandakan buku itu dan menjualnya dengan harga yang lebih murah.

Sebagai si pencipta buku dan sudah memiliki HAKI, Anda bisa mengajukan gugatan kepada pihak tersebut dan menuntut ganti rugi atas pembajakan buku yang memberikan dampak negatif merupakan kerugian secara material dan moral.

Sebaliknya, apabila Anda belum memiliki HAKI maka tidak ada kekuatan hukum yang memayunginya sehingga hanya akan memberikan kerugian bagi saja dan Anda tidak bisa mengajukan gugatan.

Demikianlah bagaimana perlindungan hak kekayaan intelektual bekerja.

 

Prinsip-Prinsip Hak atas Kekayaan Intelektual

Bagaimana Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) 1

Berikut ini prinsip-prinsip HAKI yang harus Anda ketahui diantaranya yaitu sebagai berikut:

 

Prinsip Ekonomi

Hak intelektual pada prinsip ekonomi umumnya berasal dari kegiatan yang kreatif yang dihasilkan dari daya pikir manusia yang punya manfaat dan nilai ekonomi yang bisa memberikan banyak keuntungan untuk si pemilik hak ciptanya.

 

Prinsip Keadilan

Kedua, prinsip keadilan yang merupakan sebuah perlindungan hukum yang akan diberikan kepada si pencipta pada setiap hasil dari kemampuan intelektual, sehingga nantinya si pemilik punya kekuasaan dalam menggunakan HAKI pada setiap karyanya.

 

Prinsip Kebudayaan

Prinsip kebudayaan adalah sebuah pengembangan dari setiap ilmu pengetahuan, sastra hingga seni yang berguna untuk meningkatkan taraf kehidupan yang nantinya bisa memberikan banyak keuntungan untuk masyarakat, bangsa hingga negara.

 

Prinsip Sosial

Prinsip sosial yang akan melakukan pengaturan pada setiap kepentingan manusia sebagai warga negara. Setiap karya yang sudah dipayungi hukum, maka akan memberikan perlindungan dan akan disesuaikan untuk setiap keseimbangan antara kepentingan dari individu dan masyarakat.

 

Contoh Pendaftaran HAKI

Kali ini kita akan membahas perihal pengajuan hak merek, dimana syarat untuk mengajukannya yaitu dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan dan diketik rangkap 4, serta pemohon harus melampirkan:

  • Surat pernyataan di atas kertas yang bermeterai dan telah ditandatangani oleh pemohon yang menyatakan langsung bahwa merek yang dimohonkan sepenuhnya miliknya.
  • Surat kuasa khusus ketika si pemohon melakukan pendaftarannya lewat kuasa
    Salinan resmi dari akte pendirian badan hukum atau bisa juga berupa fotokopian yang sudah dilegalisir di notaris ketika yang melakukan permohonan adalah badan hukum.
  • 24 lembar e-tiket merek (dimana 4 diantaranya dilekatkan di formulir) yang sudah dicetak di atas kertas
  • Melampirkan bukti prioritas asli dan terjemahan dalam bahasa Indonesia ketika yang mengajukan menggunakan hak prioritas.
  • Salinan kartu identitas
  • Melampirkan bukti biaya pendaftaran dari permohonan.

 

Baca juga : cara daftar merek secara online.

 

Untuk jangka waktu yang dibutuhkan dari pendaftaran hingga diterbitkannya sertifikat merek, setidaknya dalam kurun waktu 18 bulan, dengan catatan semuanya sudah dipenuhi dan tidak ada bantahan atau sanggahan dari pihak ketiga.

Demikianlah penjelasan singkat soal bagaimana perlindungan hak kekayaan intelektual bekerja, prinsip-prinsipnya dan cara mendaftarkannya.

Tinggalkan komentar